CLICK FOR CLAIM PROMO !

Sabtu, 01 Oktober 2016

MAKALAH PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG HIJAU

Subscribe
ABSTRAK

Semua mahluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tumbuhan salah satu mahluk hidup yang mayoritas penghuni bumi ini juga mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan ditandai dengan meningkatnya jumlah sel dan ukuran sel seperti panjang,lebar,volume,dan massa. Pertumbuhan dapat diukur dengan menggunakan alat yaitu auksanometer. Perkembangan tumbuhan tidak dapat diukur. Perkembangan merupakan proses terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu menuju tingkat kedewasaan. Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dapat dilihat pada saat tumbuhan mengalami proses perkecambahan. Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan biji tumbuhan menjadi tumbuhan baru. Perkecambahan menjadi dalam beberapa tahap. Tahap-tahap perkecambahan dapat dilihat dan diketahui melalui percobaan pertumbuhan tumbuhan. Untuk melakukan percobaan pertumbuhan tumbuhan, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, antara lain merencanakan, merealisasikan, dan mengomunikasikan hasil percobaan.

ABSTRACT

All living creatures experience growth and development. Plant one of the living things that the majority of inhabitants of the earth is also experiencing growth and development. The growth marked by increasing the number of cells and cell size such as length, width, volume, and mass. Growth can be measured by using a tool that is auksanometer. Plant growth can not be measured. The development is a process terspesialisasinya cells into structures and specific functions to the level of maturity. Growth and development are influenced by internal and external factors. Growth and development of plants can be seen when plants undergo germination process. Germination is the process of growth and development of plant seeds into new plants. Germination be in several stages. The stages of germination can be seen and known through plant growth experiments. To perform the experiment the growth of plants, there are several steps that must be done, among others, to plan, to realize and communicate the results of the experiment.



























KATA PENGANTAR


Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun laporan ini dengan baik dan benar, serta tepat pada waktunya. Dalam laporan ini kami akan membahas mengenai “PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG HIJAU”
laporan ini telah dibuat dengan berbagai observasi dan suatu kerjasama kelompok kami sehingga bisa menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan laporan  ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman yang telah bekerja dalam pembuatan dan penyusunan laporan ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada laporan ini yang perlu di perbaiki. Oleh karena itu kami mohon bagi pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami untuk memperbaiki laporan ini dengan sebaik-baiknya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan laporan ini selanjutnya.
Penulis mengucapkan  terimakasi kepada:
1.
2.
3.

Penulis menyadari krya tulis ini masi jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi seumpamanya karya ilmiah ini. Penulis berharap agar karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya.

   Kediri, Agustus 2016
                                                                                                                       
Penulis






       



Daftar Isi

Kata Pengantar.......................................................................................................................I
Daftar isi...............................................................................................................................II

BAB  I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang…..……………………………………………………………….. 1
1.2 Rumusan masalalah……………………………………………………………… 1
1.2.1 ……………………………………………………………….
1.2.2 ……………………………..
1.2.3 ………………………..
1.3 Tujuan……………………………………………………………………………..1
1.4 Manfaat……………………………………………………………………….…...1
1.5 Hipotesis...................................................................................................................1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pertumbuhan&PerkembanganTumbuhan....................................................................2
2.2 TahapanPertumbuhan&PerkembanganTumbuhan......................................................2
2.3 FaktorYangMempengaruhiPertumbuhan&PerkembanganTumbuhan……….............4
2.4 Kacang Hijau ............................................................................................................ 6

BAB III METODE PENELITIHAN
3.1 Jenis pnelitian..................................................................................................................9
3.2 Tempat dan waktu penelitian......................................................................................... 9
3.3 Variabel.......................................................................................................................    9
3.4 Alat dan bahan................................................................................................................ 9
3.5 CaraKerja….................................................................................................................... 9
3.6 Cara Pengambilan Data ................................................................................................. 9

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian...................................................................................................10
4.2 Analisa Data..........................................................................................................10
4.3 Pembahasan...........................................................................................................10

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan............................................................................................................12
5.2 Saran......................................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... IV
LAMPIRAN....................................................................................................................... V








BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
         
           Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang berperan sebagai produsen di muka bumi ini. Dalam ekosistem terdapat dua macam komponen yang saling ketergantungan, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik . komponen biotik terdiri dari tumbuhan, hewan, dan manusia. Sedangkan komponen abiotik antara lain : udara, gas, angina, cahaya, matahari, dan sebagainya. Antara komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi, misalnya, tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis. Hasil fotosintesis di butuhkan oleh makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, kami mengadakan eksperimen untuk mengetahui apakah benar ada pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kacang hijau.

Atas dasar keingintahuan kami melakukan penelitihan ini untuk membuktikan apakah kacang hijau dapat tumbuh terhadap intensitas cahaya dan apakah kacang hijau tanpa air. Maka dari itu kami melakukan eksperimen ini untuk membuktikan kebenaran dari pernyataan di atas.

1.2 Rumusan Masalah
   
1.    Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan ?
2.    Bagaimana tahapan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan?
3.    Apa saja faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan?

1.3 Tujuan Penelitian
               
       Tujuan kami melakukan penelitihan ini adalah sebagai berikut:
1.    Kami ingin mengetahui, apakah benar ada pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kacang hijau
2.    Kami Ingin mengetahui dan mengkaji masalah pengaruh cahaya matahari    terhadap tanaman kacang hijau.
3.    Kami ingin mengetahui bagaimana cahaya matahari dapat mempengaruhi  pertumbuhan tanaman kacang hijau.






1.4 Manfaat penelitihan
Manfaat dari pecobaan ini adalah supaya kita mengetahui betapa pentingnya pengaruh cahaya matahari bagi makhluk hidup, tak terkecuali terhadap pertumbuhan tanaman.

1.5 Hipotesis
  1. Kebutuhan cahaya matahari pada tiap tumbuhan berbeda.
  2. Tumbuhan biji kacang hijau yang berada di tempat gelap lebih cepat tumbuh dan panjang dibandingkan dengan tumbuhan biji kacang hijau yang berada di tempat yang terang.



























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan
             Perkembangan dan pertumbuhan merupakan hal yang berbeda pada semua makhluk, termasuk tanaman. Perkembangan merupakan seuatu proses pendewasaan di mana hal ini tidak dapat diukur (perkembangan kualitatif). Pada sel-sel, sel berkembang sesuai spesialisasi mereka masing-masing (berkembang dan terstruktur sesuai fungsi masing-masing). Berbeda dengan itu, pertumbuhan merupakan sesuatu yang dapat di ukur seperti tinggi, panjang, lebar, dll (Kuantitatif). Pertumbuhan merupakan sesuatu yang irreversible atau tidak dapat dibalik maupun ulang.pada sel, hal ini dapat dilihat pada pembesaransel(mitosis).
            Pada sel yang berkembang akan terjadi 3 dalam tahap, yaitu pembelahan sel (cleavage), morfogenesis, dan diferensiasi sel. Pembelahan sel merupakan tahap duplikasi sel menjadi banyak dan menjadi salah satu faktor utama perkembangan. Perkembangan oleh pembelahan sel dimulai sejak zigot (pada manusia) menjadi jaringan embrional hingga menjadi manusia, sedangkan pada tumbuhan, dimulai dari zigot pada bakal biji menjadi kotiledon, akar, dll. Morfogenesis merupakan perkembangan bentuk, seperti biji berkecambah, akar menjadi sistem akar, dan tunas menjadi tunas tumbuhan. Differensiasi sel merukapan proses di mana sel dijadikan memiliki fungsi-fungsi biokimia dan morfologi khusus, seperti embrio yang berkembang dan memiliki struktur dan fungsi khusussaatdewasa.
            Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan tumbuhan dibagi menjadi perkembangan bakal biji & bakal buah, perkecambahan, dan pertumbuhan.

2.2 Tahapan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan
            
1.Tahap Awal Pertumbuhan
Pertumbuhan pada biji telah dimulai pada saat proses fisika, kimia, dan biologi mulai berlangsung. Mula-mula terjadi proses fisika saat biji melakukan imbibisi atau penyerapan air sampai biji ukurannya bertambah dan menjadi lunak. Saat air masuk ke dalam biji, enzim-enzim mulai aktif sehingga menghasilkan berbagai reaksi kimia. Kerja enzim ini antara lain, mengaktifkan metabolisme di dalam biji dengan mensintesis cadangan makanan sebagai persediaan cadangan makanan pada saat perkecambahan berlangsung yang dipakai untuk berkecambah.

2. Perkecambahan
Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil) dari dalam biji yang merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan embrio.
Pada perkembangan embrio saat berkecambah, bagian plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang, sedangkan radikula menjadi akar. Tipe perkecambahan ada dua macam, tipe itu sebagai berikut.



Tipe perkecambahan di atas tanah (Epigeal), Tipe ini terjadi, jika plumula muncul di atas permukaan tanah, sedangkan kotiledon tetap berada di dalam tanah. Tipe perkecambahan di bawah tanah (hipogeal) Tipe ini terjadi, jika plumula dan kotiledon muncul di atas permukaan tanah.
Makanan untuk pertumbuhan embrio diperoleh dari cadangan makanan karena belum terbentuknya klorofil yang diperlukan dalam fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil makanan diperoleh dari kotiledon, sedangkan pada tumbuhan monokotil diperoleh dari endosperm.
 
3. Pertumbuhan Primer
Setelah fase perkecambahan, diikuti pertumbuhan tiga sistem jaringan meristem primer yang terletak di akar dan batang. Pada fase ini tumbuhan membentuk akar, batang, dan daun. Tiga sistem jaringan primer yang terbentuk sebagai berikut. 
Protoderm, yaitu lapisan terluar yang akan membentuk jaringan epidermis. 
Meristem dasar yang akan berkembang menjadi jaringan dasar yang mengisi lapisan korteks pada akar di antara style dan epidermis. 
Prokambium, yaitu lapisan dalam yang akan berkembang menjadi silinder pusat, yaitu floem dan xilem.

·      Pertumbuhan primer pada akar
Akar muda yang keluar dari biji segera masuk ke dalam tanah, selanjutnya membentuk sistem perakaran tanaman. Pada ujung akar yang masih muda, terdapat empat daerah pertumbuhan sebagai berikut.

a.Tudungakar(kaliptra
)
Tudung akar atau kaliptra berfungsi sebagai pelindung terhadap benturan fisik ujung akar terhadap tanah sekitar pertumbuhan. Fungsi lain ujung akar, yaitu memudahkan akar menembus tanah karena tudung akar dilengkapi dengan sekresi cairan polisakarida. Perbedaan antara tudung akar dikotil dan monokotil sebagai berikut :
Pada tudung akar dikotil, antara ujung akar dengan kaliptra tidak terdapat batas yang jelas dan tidak memiliki titik tumbuh pada kaliptra tersebut. 

Pada tudung akar monokotil, antara ujung akar dan kaliptra terdapat batas yang jelas atau nyata dan mempunyai titik tumbuh tersendiri yang disebut kaliptrogen. Sel-sel kaliptra yang dekat dengan ujung akar mengandung butir-butir tepung yang disebut kolumela.

b. Meristem
Meristem merupakan bagian dari ujung akar yang selnya senantiasa mengadakan pembelahan secara mitosis. Meristem ini terletak di belakang tudung akar. Pada tumbuhan dikotil, sel-sel tudung akar yang rusak akan digantikan oleh sel-sel baru yang dihasilkan oleh sel-sel me-ristem primer dari perkembangan sel-sel meristem apikal.




c. Daerah pemanjangan sel
Daerah pemanjangan sel terletak di belakang daerah meristem. Sel-sel hasil pembelahan meristem tumbuh dan berkembang memanjang pada daerah ini. Aktivitas pertumbuhan dan perkembangan memanjang dari sel mengakibatkan pembelahan sel di daerah ini menjadi lebih lambat dari bagian lain. Pemanjangan sel tersebut berperan penting untuk membantu daya tekan akar dan proses pertumbuhan memanjang akar.

d. Daerah diferensiasi
Pada daerah ini, sel-sel hasil pembelahan dan pemanjangan akan mengelompok se-suai dengan kesamaan struktur. Sel-sel yang memiliki kesamaan struktur, kemudian akan memperoleh tugas membentuk jaringan tertentu.
·      Pertumbuhan Primer pada Batang
Pertumbuhan dan perkembangan primer pada batang meliputi daerah pertumbuhan (titik tumbuh), daerah pemanjangan, dan daerah diferensiasi. Meristem apikal pada batang dibentuk oleh sel-sel yang senantiasa membelah pada ujung tunas yang biasa disebut kuncup. Di dalam kuncup, ruas batang dan tonjolan daun kecil (primordia) memiliki jarak sangat pendek karena jarak internodus (antarruas) sangat pendek. Pertumbuhan, pembelahan, dan pemanjangan sel terjadi di dalam internodus.

4. Pertumbuhan Sekunder
Setelah meristem primer membentuk jaringan permanen, kemudian meristem sekunder mengalami pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan sekunder hanya terjadi pada tumbuhan dikotil, yaitu pembentukan kambium yang terbentuk dari parenkim atau kolenkim.
Jika sel kambium membelah ke arah luar, akan membentuk sel floem, sebaliknya jika sel kambium membelah ke arah dalam akan membentuk xilem. Xilem dan floem yang terbentuk dari aktivitas kambium disebut xylem sekunder dan floem sekunder. Pertumbuhan xilem dan floem tersebut menyebabkan batang bertambah besar dan terbentuk lingkaran tahun yang dipengaruhi oleh aktivitas pada musim kemarau dan musim penghujan.

2.3 Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan
             Ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dalam lingkungannya. Pengaruh ini dapat datang dari luar maupun dalam tanaman yang mengalami pertumbuhan itu sendiri.

Ø  Faktor Luar (Eksternal)
Faktor luar dapat dipengaruhi oleh ketersediaan makanan, air, kelembapan, dan cahaya.
Makanan merupakan sumber energi serta materi untuk menghasilakan berbagai komponen sel. Tanaman membutuhkan 9 makroelemen (unsur mineral) atau bahan organic, yaitu: karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur, fosfor, kalsium, kalium, dan magnesium.
Jika tanaman tidak mendapat unsur-unsur tersebut sesuai keperluan, pertumbuhan tanaman dapat terganggu dan bahkan tanaman dapat mati.
Air merupakan senyawa yang sangat dibutuhkan tanaman. Air sering digunakan untuk fotosintesis, menjaga kelembapan, serta mengaktifkan enzim agar terjadi reaksi enzimatik.
Kelembapan juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Tanah serta udara yang lembab sangat baik untuk pertumbuhan tanaman. Hal ini disebabkan oleh banyaknya air yang dapat diserap serta pengurangan penguapan.
Cahaya dapat menghambat pertumbuhan, tetapi merupakan hal yang dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman. Cahaya jika terkena pada batang tumbuhan dapat mengurangi auksin, tetapi cahaya juga merangsang pembungaan pada tanaman tertentu. Salah satu hormone yang dipengaruhi oleh cahaya adalah hormon fitokrom. Hormon fitokrom adalah protein dengan kromatofora yang mirip dengan fikosianin. Tumbuhan dibedakan menjadi 3 jenis menurut fotoperiodismenya:

1.      Tumbuhan hari pendek, contohnya aster, krisan, dan dahlia.
2.      Tumbuhan hari panjang, contohnya bayam, kentang, dan gandum.
3.      Tumbuhan hari netral, contohnya mawar, bunga matahari, dan kapas.

Ø  Faktor Dalam (Internal)
Farktor internal merupakan pengaruh yang terjadi dari dalam tanaman. Pengaruh ini dapat berupa genetik maupun fisiologis. Pengaruh oleh gen sudah sangat jelas dalam tanaman. Sebuah tanaman akan bertumbuh sesuai dengan gen dari dalam dirinya yang diturunkan oleh induk tanaman tersebut (faktor hereditas). Berbeda dengan itu, faktro fisiologis meliputi enzim (sebagai biokatalisator untuk mempercepat reaksi metabolisme), vitamin, dan hormon.

Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman ada beberapa dan dibagi menjadi 2 kelompok, yang memicu pertumbuhan serta yang menghambat pertumbuhan.
v  Pemicu Pertumbuhan
Hormon yang dapat memicu pertumbuhan terdiri dari auksin, giberelin, kalin, dan sitokinin.
Hormon auksin berperan dalam pemanjangan, pembelahan, dan diferensiasi sel. Selain itu pada buah tanpa biji (partenokarpi), hormone ini berpengaruh dalam pengguguran daun peran dalam dominansi apical. Proses ini disebut sebagai absisi.
Hormon giberilin memiliki peran dalam perkecambahan dan perkembangan embrio. Giberilin juga membantu pembentukan biji dan buah. Hal penting lainnya mengenai hormone ini ialah hormone ini bersinergis (bekerja sama) dengan auksin.
Hormon etilen berperan dalam pematangan buah dan kerontokan daun. Akan tetapi, jika jumlah etilen melebihi jumlah hormone auksin dan giberilin, penghambatan terhadap pembentukan organ tumbuhan justru terjadi. Hal unik dari etilen adalah, jika hormone ini bekerja sama dengan auksin, dapat mempercepat pembentukan bunga.
Hormon sitokinin berperan dalam sitokinesis. Beberapa fungsi dari sitokinin adalah:
-    Merangsang bentuk akar serta cabang dan batang serta cabang-cabangnya juga.
-    Mengatur pertumbuhan daun dan pucuk.
-    Berperan dalam perbesaran daun muda.
-    Mengatur pembentukan bunga dan buah.
-     Penghambat penuaan tanaman. Hal ini dilakukan dengan cara merangsang proses transportasi garam-garam mineral dan asam amino ke daun.

v  Penghambat Pertumbuhan
Hormon penghambat pertumbuhan terdiri dari asam absisat, kalin, asam traumalin, dan gas etilen.
Asam absisat merupakan inhibitor yang adalah antagonis dengan auksin dan giberelin. Asam Absisat juga berperan dalam penuaan tanaman.

Hormon kalin dapat menghambat dalam organogenesis. Hormon ini juga dibagi menjadi 4 sesuai hambatan yang dilakukan:
1.      Rizokalin: pembentukan akar.
2.      Kaulokalin: pembentukan batang.
3.      Filokalin: pembentukan daun.
4.      Antokalin: pembentukan bunga.
Asam traumalin dapat menghambat regenerasi sel dalam tanaman. Hal ini menyebabkan tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan baik dan dapat mati.

2.4 Kacang hijau  
. Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah
Kacang hijau memiliki nama latin Vigna radiata dan termasuk ke dalam famili Fabaceae. Kacang hijau masih bersaudara dengan kacang panjang, kacang polong dan kacang kedelai. Di Indonesia, kacang hijau biasa dikonsumsi dan diolah menjadi bubur. Makanya dikenal dengan nama bubur kacang ijo, yang isinya merupakan campuran antara kacang hijau, santan dan gula serta beras ketan hitam.
Kacang hijau memiliki kandungan nutrisi yang luar biasa. Bahkan dikenal sebagai makanannya para tentara agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi, fisiknya kuat dan otaknya cerdas. Oke berikut ini merupakan penjelasan mengenai kandungan nutrisi dan manfaat kacang hijau untuk kesehatan.


Sebagai salah satu sumber makanan yang baik untuk kesehatan, kacang hijau mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.
Kacang hijau mengandung asam folat sebesar 159 µg/100 gr dan vitamin B1 sebesar 0,2 mg/100 gr. Tidak hanya itu, kacang hijau juga dilengkapi dengan riboflavin, B6, asam pantothenat, serta niasin, yang berguna membantu fungsi metabolisme dan organ tubuh.



Kacang hijau kaya akan mineral. Dalam 100 gram kacang hijau terdapat potasium (266 mg), fosfor (99 mg), mangan (48 mg), kalsium (27 mg), magnesium (0,3 mg), zat besi (1,4 mg), zinc (0,8 mg), selenium (2,5 µg).

Kacang hijau bisa menjadi sumber protein alternatif bagi para vegetarian. Kandungan protein dalam setiap 100 gr kacang hijau sebesar 7 gr protein. Protein dalam kacang hijau memiliki profil asam amino lengkap dan dapat diserap tubuh lebih cepat. Protein berguna dalam membantu pembentukan sel-sel otot, mempercepat pemulihan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membantu Anda kenyang lebih lama.

Kandungan serat dalam 100 gr kacang hijau sebesar 7,6 gr serat. Jumlah ini dapat memenuhi kebutuhan serat harian sebesar 30 persen. Serat bermanfaat dalam menjaga fungsi saluran cerna, mencegah sembelit, dan membantu menurunkan kolesterol.

Kacang hijau juga diperkaya dengan Omega-3 sebesar 0,9 mg/100gr dan Omega-6 sebesar 119 mg/100gr. Seperti kita ketahui bahwa asam lemak esensial ini berguna untuk menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.


Kandungan nutrisi lengkap yang terkandung dalam kacang hijau, menjadikan makanan ini sebagai sumber makanan dengan segudang manfaat kesehatan, antara lain:

Membantu Penyerapan Nutrisi
Penelitian mengungkapkan bahwa kekurangan vitamin B1 menyebabkan metabolisme melambat sehingga proses penyerapan nutrisi dari makanan tidak berjalan maksimal. Kandungan vitmin B1 dan enzim-enzim aktif pada kacang hijau dapat memperbaiki kondisi ini dengan meningkatkan penyerapan nutrisi dan metabolisme tubuh.

Mencegah Penyakit Jantung
Kacang hijau mengandung serat tinggi yang berfungsi membersihkan saluran pencernaan, meningkatkan gerak peristaltik usus sehingga mengurangi waktu kotoran menumpuk di dalam usus, serat juga berperan dalam menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, sehingga efektif untuk mencegah penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.

Mencegah Anemia
Diperkaya dengan zinc dan zat besi menjadikan kacang hijau sebagai makanan pilihan untuk mengatasi anemia, membantu keseimbangan hormon dan sistem kelenjar, serta menjaga metabolisme tubuh. Membantu Pertumbuhan. Kacang hijau mengandung protein lengkap yang membantu pertumbuhan dan pembentukan sel-sel tubuh, yaitu sel-sel organ, otot, dan otak. Mengingat begitu banyaknya kandungan nutrisi dalam kacang hijau serta khasiatnya bagi kesehatan, tidak salah bila memasukkan kacang hijau dalam menu harian.







































BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis penelitihan
             Dalam laporan ini kami melaporkan suatu eksperimen yang berjenis “METODE  PENELITIAN”

3.2 Tempat dan Waktu Penelitihan
  Objek   : Di rumah Putri
  Waktu  : Rabu, 10 Agustus 2016-17 Agustus 2016
        Sampel  : Kacang Hijau
3.3 variabel
ü  Variabel Bebas          : intensitas cahaya
ü  Variabel Tak Bebas    : biji, media, wadah, pemberian air pada kapas yang diletakan pada botol pertama dan kedua
ü  Variabel Terikat         : hasil dari pertumbuhan kacang hijau
3.4 Alat dan bahan
1.     Botol 2 buah                                                        
2.     Kacang hijau 10 biji                       
3.     Kapas basah
4.    Pulpen
5.     Kertas

3.5   Cara kerja
1.     Siapkan 2 botol aqua gelas, 10  biji kacang hijau, serta kapas.
2.     Membasahi Kapas dan diletakkan pada Botol pertama dan ke dua , Masukkan kapas basah ke dalam botol pertama,dan kedua.
3.     Meletakkan 10 biji kacang hijau , Menyebarkan pada masing-masing kapas.
4.     Meletakkan botol pertama di tempat terang , Meletakkan botol kedua di tempat yang gelap
5.     Mengamati setiap hasil perubahan yang terjadi selama 7 hari mencatat hasil pengamatan

3.6 Cara pengambilan data
            
             Cara pengambilan data dalam metode penelitihan yang kami lakukan dengan cara mengamati pertumbuhan kacang hijau setiap hari dan mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada pertumbuhan kacang hijau atau peningkatan pertumbuhan kacang hijau di setiap harinya








BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN



4.3 Pembahasan

Tanaman kacang hijau yang ditaruh di kegelapan pertumbuhannya lebih cepat dan tinggi dari pada tanaman yang terkena banyak sinar natahari maupun di tempat yang redup karena kerja hormon auksin tidak dihambat oleh sinar matahari. Auksin adalah hormon tumbuh yang banyak ditemukan di sel-sel meristem, seperti ujung akar dan ujung batang. Oleh karena itu, tanaman akan lebih cepat tumbuh.

Akan tetapi batang tanaman tersebut tidah bisa tegak, melainkan melengkung. Begitu juga dengan daunnya. Daun tanaman tersebut nampak layu dan tidak segar, serta berwarna hijau kekuning-kuningan dan agak pucat. Hal ini terjadi karena tanaman tidak mendapat sinar matahari sama sekali sehingga tanaman tidak mampu menghasilkan karbohidrat untuk pembentukkan klorofil.

Tanaman ini juga memiliki kadar air yang berlebih akibat tidak terkena sinar matahari. Dan  karena  tidak mendapatkan sinar matahari, lama-lama akan mengkerut lalu mati karena tidak mendapat sumber makanan. Sedangkan tanaman kacang hijau yang mendapatkan sedikit sinar matahari / diletakkan di tempat redup pertumbuhannya berjalan normal. Tanaman nampak segar karena mendapatkan cukup sinar matahari. Daun tanaman tersebut berwarna hijau tua. Pertumbuhannya berjalan normal ke atas. Hormon auksin pada tanaman ini berjalan dengan normal yang mengakibatkan tidak terlalu tinggi. Daun juga mendapatkan cukup sinar matahari untuk pembentukan  klorofil dari karboidrat.

Berbeda lagi dengan tanaman yang selalu terkena cahaya matahari. Pertumbuhan tanaman ini sangat terhambat. Tetapi tekstur batangnya sangat kuat dan juga warna daunnya nampak berwarna hijau tua dan tampak segar. Hal ini terjadi karena tumbuhan terlalu banyak mendapatkan cahaya matahari yang menyebabkan hormon auksin terhambat sehingga tanaman menjadi kerdil / pendek.
Dengan demikian, sinar matahari sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau. Dan tumbuhan yang tidak di beri air tidak tumbuh.






BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
            
Tanaman kacang hijau yang ditaruh di kegelapan pertumbuhannya lebih cepat dan tinggi dari pada tanaman yang terkena banyak sinar matahari
Akan tetapi batang tanaman tersebut tidah bisa tegak, melainkan melengkung. Begitu juga dengan daunnya. Daun tanaman tersebut nampak layu dan tidak segar, serta berwarna hijau kekuning-kuningan dan agak pucat.
Sedangkan tanaman kacang hijau yang mendapatkan sedikit sinar matahari / diletakkan di tempat redup pertumbuhannya berjalan normal. Tanaman nampak segar karena mendapatkan cukup sinar matahari. Daun tanaman tersebut berwarna hijau tua. Pertumbuhannya berjalan normal ke atas. Dengan demikian, sinar matahari sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau. Dan tumbuhan yang tidak di beri air tidak tumbuh.
            
5.2 Saran
            
Pertumbuhan kacang hijau juga bisa tumbuh dalam kegelapan maupun dalam keadaan terang. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada laporan ini yang perlu di perbaiki. Oleh karena itu kami mohon bagi pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami untuk memperbaiki laporan ini dengan sebaik-baiknya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan laporan ini selanjutnya.





















DAFTAR PUSAKA




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERKOMENTARLAH DENGAN BIJAK DENGAN MENJAGA TATA KRAMA TANPA MENGHINA SUATU RAS, SUKU, DAN BUDAYA

SIMAK JUGA ARTIKEL DAN MAKALAH LAINNYA

Soal UAS PKN TAHUN 2017